Salatiga – Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga kembali menorehkan capaian membanggakan dalam tata kelola keuangan dengan berhasil mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU) Tahun Anggaran 2025. Capaian tersebut ditandai dengan penyerahan Dokumen Final Audit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Abdul Hamid dan Rekan kepada pimpinan UIN Salatiga pada Rabu (30/6/2026), bertempat di Ruang Rapat Utama Gedung Hasyim Asy’ari.

Dokumen final audit diserahkan secara langsung oleh Direktur KAP Abdul Hamid dan Rekan, Abdul Hamid Cebba, MBA., CA., CPA., didampingi Dr. Wilda Farah, S.E., Ak., M.Si. selaku Managing Partner. Acara tersebut dihadiri oleh Rektor beserta jajaran Wakil Rektor, para pimpinan unit, pengelola keuangan, serta pejabat di lingkungan UIN Salatiga.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Salatiga menyampaikan apresiasi kepada tim auditor atas profesionalisme selama proses pemeriksaan serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh unit kerja yang telah berkontribusi menjaga kualitas tata kelola keuangan universitas. Menurutnya, opini WTP bukan sekadar pencapaian administratif, tetapi merupakan cerminan komitmen seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya akuntabilitas dan tata kelola yang baik.
“Keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian ini harus menjadi motivasi bagi kita untuk terus berbenah. Ke depan, potensi intellectual capital yang dimiliki UIN Salatiga harus dimaksimalkan sebagai kekuatan utama dalam mempercepat pengembangan Badan Layanan Umum. Sumber daya manusia yang unggul, inovasi yang berkelanjutan, dan kolaborasi yang kuat merupakan modal penting dalam meningkatkan daya saing institusi,” ujar Rektor.
Sementara itu, Direktur KAP Abdul Hamid dan Rekan, Abdul Hamid Cebba, MBA., CA., CPA., menyampaikan apresiasi atas komitmen UIN Salatiga dalam menjaga kualitas pelaporan keuangan. Menurutnya, keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari capaian opini audit, tetapi juga dari kemampuan institusi menjaga keberlanjutan (sustainability) organisasi melalui kebijakan yang visioner.
“Seluruh kebijakan strategis sebaiknya selalu mengacu pada Rencana Strategis yang selaras dengan Rencana Induk Pengembangan. Selain itu, hubungan dengan para alumni perlu terus dirawat dan diperkuat karena alumni merupakan aset strategis yang berkontribusi terhadap keberlanjutan jumlah mahasiswa serta penguatan citra institusi di masyarakat,” jelas Cebba.

Pada kesempatan yang sama, Managing Partner KAP Abdul Hamid dan Rekan, Dr. Wilda Farah, S.E., Ak., M.Si., memaparkan hasil audit secara komprehensif. Dalam paparannya, Wilda menjelaskan sejumlah temuan, kondisi, serta area-area yang masih memerlukan peningkatan agar pengelolaan keuangan UIN Salatiga semakin efektif, efisien, dan sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik.
“Temuan yang kami sampaikan bukan hanya untuk memenuhi kewajiban audit, tetapi sebagai masukan yang konstruktif dalam memperkuat sistem pengendalian internal, meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan, serta memitigasi berbagai risiko yang dapat memengaruhi operasional maupun keberlangsungan UIN Salatiga sebagai Badan Layanan Umum,” ungkap Wilda.
Paparan tersebut mendapat perhatian serius dari seluruh peserta yang hadir. Berbagai rekomendasi yang disampaikan diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan langkah-langkah perbaikan secara berkelanjutan sehingga kualitas tata kelola keuangan UIN Salatiga terus meningkat dari tahun ke tahun.
Keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian menjadi bukti bahwa UIN Salatiga terus berkomitmen mewujudkan tata kelola universitas yang transparan, akuntabel, dan profesional. Dengan dukungan seluruh sivitas akademika serta implementasi berbagai rekomendasi hasil audit, UIN Salatiga optimistis mampu memperkuat kinerja BLU, meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat, serta mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.



